13/08/13

Tersenyum Bahagia dan Bersyukurlah.

Akhir-akhir ini, aku melihat salah seorang temanku sering sekali meng-update status di BB mengenai kondisi kesehatan mamanya yang kian memburuk.
Tentang betapa sedih dan hancur hatinya, dan setiap saat selalu berdoa yang terbaik buat mama-nya. Atau tentang kekuatan yang amat luar biasa dia perlukan untuk menghadapi hari-harinya saat ini, dalam kata-kata doa dan penyembahannya. Sungguh luar biasa ketegaran yang dimilikinya, menyaksikan mama-nya, satu-satunya orangtua yang hanya dia miliki saat ini terbaring lemah dan tak berdaya, yang kehidupannya pun harus ditopang oleh alat-alat di rumah sakit.

Kepedihan yang dia rasakan, meski hanya terungkap lewat kata-kata, namun terasa sampai ke hatiku, bagaikan terasa teriris dan perih. Tak banyak yang bisa kulakukan sebagai seorang teman, hanya dalam hatiku, aku pun turut berdoa setiap kali melihat status terbarunya.
Mohon dengan sangat, sebuah mukjizat dapat hadir dalam hidupnya atau berdoa agar temanku dapat diberikan kekuatan yang luar biasa agar tetap kuat dan tegar.

Namun, tak dapat kupungkiri, ada satu pelajaran yang amat sangat berharga yang kupetik dari hal ini. Sesungguhnya, keluarga adalah harta yang paling dan amat sangat berharga dalam kehidupan. Yang takkan pernah terganti oleh apapun.
Walau terkadang ada masa sulit yang harus dilewati dalam keluarga, tindakan atau sikap yang tampaknya sukar diadaptasi/sulit dipahami. Semuanya, tak sebanding jika dibandingkan dengan kebahagiaan tetap melihat mereka sehat dan bahagia, terutamanya adalah orangtua.

Meski terkadang sulit untuk tidak merasa kesal karena apa yang kuhadapi tidak sesuai dengan harapanku, aku belajar hanya untuk menghela napas saja daripada mengeluarkan kata-kata yang tidak baik atau mengeluh.
Meski terkadang terselip kekecewaan akan sikap atau perlakuan yang kuterima, aku belajar untuk menerima dengan lapang dada. Karena ku sadar, entah itu kebahagiaan atau penderitaan, semuanya hanya bersifat sementara. Belajar untuk tetap bersyukur, bahwa hari ini masih tetap kumiliki. Dan ketika bangun pagi, ketika ku buka kedua mataku, semuanya kulihat masih tetap baik dan lengkap, tanpa kurang satupun.

Walau ketika impian belum menjadi nyata, harapan terasa kian pudar. Namun kini aku mulai belajar, ketika semuanya masih baik, ketika masih aku miliki hal-hal yang mungkin sudah tak dimiliki oleh oranglain, maka aku harus tetap tersenyum bahagia dan bersyukur.

Tersenyum bahagia dan bersyukurlah!!


By : 
Kn14
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar