Tersenyum kala kutengok kembali album-album fotoku. Dan salah satunya cukup menarik perhatianku hingga membawaku kembali dalam lamunan. “All About Jogya,” demikian aku menamakan album tersebut. Satu per satu gambar mengingatkanku akan masa-masa indah, yang takkan pernah terhapus oleh waktu. Kala matahari kembali ke peraduannya dan malam adalah teman melepas lelah, adalah saat-saat canda dan tawa terurai, berbaur dalam setiap kisah kehidupan yang dibagi bersama. Di sebuah rumah yang cukup besar itulah, awal dari perjalananku yang singkat dalam dunia yang baru pun dimulai.
**********************************
Kurang lebih setahun yang lalu, itulah saat pertama kali aku menginjakkan kakiku di Jogya. Tanpa pernah tahu perjalanan apa yang sedang menantiku. Jauh dari keluarga, hanya itu yang terlintas dibenakku saat itu. Kesendirian akan membuatku mandiri, dan waktu akan memberiku ruang untuk pulih, itu niatku.
Kini, lebih dari 7 bulan sudah, aku meninggalkan kota itu. Namun serpihan-serpihan hatiku masih tertinggal disana. Begitu banyak kenangan dilalui, awal kisah dan impianku dimulai. Dan kini, melalui gambar dan kata, kurangkai semua lembar kisah yang pernah dilalui, sebagai penawar rinduku kala sepi disini.
Mengobarkan kembali semangat yang tlah padam,mencoba melanjutkan kembali perjuangan yang telah ditinggalkan memang sungguh tidak mudah.Butuh sesuatu yang disebut : tekad dan ketekunan sampai membuahkan hasil pada akhirnya.
Sebuah forum yang kunamakan forumsahabat pernah ingin kubentuk bersama teman-temanku : Andrew, Yusak, Andry, Yoseph, dan bbrp lainnya. Melalui dunia maya, aku dkk, ingin saudara-saudara seiman saling berkumpul dan berinteraksi dalam satu wadah, berbagi dalam rasa, menyuarakan keluh kesah isi hati mereka yang terasa meledak ingin keluar. Dan melalui lutut-lutut yang bertelut, bantuan doa pun bisa dipanjatkan.
Itulah impianku dua tahun yang lalu, sebelum akhirnya Andrew memutuskan untuk mengambil Sekolah Alkitab, dan satu per satu pun mulai mundur perlahan-lahan dari niat awal pembentukan forum ini, entah karena kesibukan, niat yang memudar, dsb.Dan aku ? Akupun sendiri, terlalu sibuk mencurahkan perhatian pada masalah-masalah pribadiku dan melupakan bahwa dulu pernah ada suatu niat tulus untuk membantu beban orang lain dengan menjadi sahabat bagi mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, forumsahabat pun tlah dilupakan.
Namun hari ini, tatkala keinginan itu kembali merekah, hati kecil bertanya, apakah mentalku cukup siap? Apakah aku akan hanya kembali sibuk dengan masalah-masalah pribadiku lagi dan melupakan mereka ? Tapi saat ini, jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku sendiri pun belum ada di genggamanku.
Yang kutahu dari hari ini adalah segala sesuatu Indah pada WaktuNya dan segala sesuatu telah dipersiapkanNya bahkan sebelum kita ada. “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,menenunaku dalam kandunganibuku. Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.”(Mazmur 139 : 13 & 16 )
Mungkin hari ini, aku hanya bisa menikmati impian-impianku di masa lalu dalam angan. Dan melalui tulisan, kuuraikan kata demi kata, bercerita tentang kehidupanku, masa lalu, cintaku dan mimpi-mimpi besarku sebagai seorang manusia biasa. Dan menikmati setiap alurnya, dalam tawa, dalam canda serta dalam tangis.Itulah KEHIDUPAN
Satu persatu lampu mulai dipadamkan, namun hanya tinggal ruanganku saja yang masih terlihat terang. Hari ini ingin sekali pulang cepat, cukup 8 jam saja hari ini aku berada di kantor. Tiba-tiba timbul niatku, ingin mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan dekat rumahku, hanya untuk membeli sebuah dompet HP untukku dan untuk mama.
Kutengok jam dinding, jam sudah menunjukkan Pk. 17.20.
“Arrghhh!” pekikku dalam batin. Cepat sekali waktu berlalu, padahal kerjaan belum semuanya kuselesaikan. Kupadamkan lampu, dan kubereskan semua dokumen-dokumen di atas mejaku. Hari esok masih bisa kuselesaikan pikirku.
Kulangkahkan kaki keluar dari kantor, “Saya balik dulu ya, pak “ pamitku pada salah seorang rekan kerjaku " Sampai ketemu besok.”
“Iya, sampai ketemu besok, hati-hati di jalan,” balasnya, sekilas melihat ke arahku sambil masih sibuk menyelesaikan kerjaannya yang masih bertumpuk.
Akhirnya sampailah aku di pusat perbelanjaan tersebut, sambil terus berjalan, kulayangkan pandanganku pada toko-toko sekitar, Pada salah satu toko terbesar, aku masuk dan melihat-lihat. Kutemukan sebuah dompet yang manis, harganya juga tidak terlalu mahal, hanya Rp 10.000,-
Pada salah seorang staff toko, aku serahkan dompet tersebut. “Saya beli yang ini saja, mba” sambil kukeluarkan uang Rp 50.000,-
“Ga ada uang pas saja, mba ? harganya cuma Rp 3.000,-"
“Hah?” tanyaku heran. “Bukankah disitu tertulis Rp 10.000,- ?”
“Sedang ada diskon 70%,” jawabnya sambil memasukkan dompet yang kubeli ke dalam kantong plastik.
“Oh ok,” kukeluarkan uang pas Rp 3.000.- dan membayarnya. Masih cukup kaget aku dibuatnya.
Kulangkahkan kakiku keluar dari toko tersebut. Hari ini pekerjaanku cukup banyak ditambah semalam aku baru bisa tidur ketika hampir pagi, maka lebih baik aku pulang saja, pikirku. Lelah membuatku enggan untuk berkeliling mengunjungi toko-toko lainnya, padahal aku belum menemukan dompet HP untuk diriku sendiri.
Selama kurang lebih dua jam aku berjalan kaki, dari kantorku kemudian mengelilingi pusat perbelanjaan tersebut sampai akhirnya aku tiba di rumah kembali, rasanya ingin sudah seperti agar-agar kaki ini, ditambah hari ini aku memakai high heels. Selama perjalanan pulang, aku tertawa kecil dalam hati. “Apa yang sedang kukerjakan? benar-benar seperti kurang kerjaan” tanyaku dalam hati.
Dompet kuberikan pada mamaku, dan senyum kecil mengembang di bibirnya.
“Sekarang mama sudah punya HP lho,” sambil menunjukkan HP yang baru saja kemarin kubeli untuknya “Jadi ini juga dompetnya buat mama khan,” katanya polos. Meski usianya sudah setengah abad, tapi sisi kekanakannya kadang lebih sering muncul melalui kata-katanya.
“Iya,” jawabku. Lalu ku melangkah masuk ke kamar, merebahkan diri melepas lelah.
~Sepenggal kisah kecil dihari ini, yang melelahkan sekaligus membuat bahagia.
Dan akupun mulai belajar sedikit demi sedikit, bahagia dimulai ketika membuat seseorang yang dicintai bahagia. Ya, dan itu bisa dimulai dari lingkungan yang paling kecil bagian dari hidupmu, yaitu keluarga.
“Thanks God, kiranya hari esok berikanlah lagi aku satu kisah sederhana dan bermakna dalam hidupku, agar aku kian mengerti akan arti hidupku” doa singkatku dalam hati kecilku.~