Andai kutahu pertemuan kembali denganmu hanya membawa luka pada akhirnya, mungkin hari itu takkan ada niat sedikitpun bagiku untuk datang ke acara reuni sekolah. Jantung terasa begitu terdebar, detik-detik menunggu kau datang terasa begitu lama, ada rindu yang menggeliat dalam dada. Dan akhirnya saat yang ditunggu pun tiba, seulas senyuman dan sebait kata sapa terucap di bibirmu, setelah 10 tahun tanpa kabar kini kudengar lagi suaramu begitu indah di telingaku.
Hari-hariku tak pernah sama lagi sejak itu, hadirmu kembali menyentakkan sanubariku yang tertidur, membuatku terjaga dalam dunia yang pernah kulewati bersamamu. Lembaran-lembaran kisahku pun kembali dimulai bersama denganmu
Dan seperti hilang sadarku, entah pada dunia yang mana ku sedang berpijak. Adakah ini mimpi ? atau hanya khayalku yang membawaku kembali pada kisah cinta pertamaku. Sekejap, kau pun berubah menjadi bagian dalam hidupku. Tiada hari kulewati tanpa bersama denganmu, bahagiaku terurai dalam canda dan tawa bersamamu. Ya, saat itu kuyakin, ada sebuah perjalanan yang indah bersama denganmu sedang menantiku
Namun impian indah itu mulai beranjak pergi, tatkala kau menemukan orang lain untuk berbagi. Dan aku pun tak pernah tahu, apa ada dia sudah di hatimu ketika kita selalu melewati hari-hari bersama ? Hanya sebuah kabar tentang kisah cinta yang mulai terajut antara kau dan dia yang sampai ke telingaku. Hati terus bertanya tentang kebenarannya, namun bibirku kelu untuk bertanya. Memang salahku, tidak semestinya aku berdiri di atas dasar ketidakpastian ini. Karena apabila aku tak cukup kuat untuk bertahan, aku pasti akan jatuh
Hingga tibalah saat-saat perpisahan itu. Airmata ini tak mampu kubendung lagi, ketika akhirnya terucap sebuah kalimat dari bibirmu, “Aku tak memilihmu”, tanpa sebuah kata maaf kau sisipkan yang kudengar darimu, bahwa entah kau sadari atau tidak, kau sudah membiarkan aku jatuh padahal kau tidak berniat untuk menangkapku.
Saat itu hanya mampu melepasmu pergi, hanya mampu menyaksikan dari belakang punggungmu, perlahan namun pasti bayanganmu kian menghilang. Hanya satu pintaku, jangan pernah datang lagi dalam hidupku, meski tak kuingkari pernah ada saat bahagia kau beri ketika bersamamu, namun lembaran kisah itu ingin kututup selamanya. Selamat tinggal cinta pertamaku, tanpa terasa setahun tlah berlalu namun hingga kini belum ada yang mampu menggetarkan kembali dinding-dinding relung hatiku semenjak kau pergi.
Prosa untuk lomba di ceritaeka.com
:) hai hai :) Ma kasih yah partisipasinya.
BalasHapusSaya catat linknya.
salam,
Eka
:) hai hai jg :) senang banget nih bisa diikutsertakan untuk meramaikan anniversary-nya :)...thanks ya...
BalasHapus